FILUM ARTHROPODA

ž Image

Arthropoda (dalam bahasa latin, Arthra = ruas , buku, segmen ; podos = kaki) merupakan hewan yang memiliki ciri kaki beruas, berbuku, atau bersegmen.

ž  Segmen tersebut juga terdapat pada tubuhnya.

ž  Tubuh Arthropoda merupakan simeri bilateral dan tergolong tripoblastik selomata

Ciri tubuh Arthropoda meliputi ukuran, bentuk, struktur, dan fungsi tubuh

ž  Ukuran tubuh Arthropoda sangat beragam, beberapa diantaranya memiliki panjang lebih dari 60 cm., namun kebanyakan berukuran kecil.bentuk Arthropoda pun beragam.

ž  Arthropoda (filum Arthropoda) adalah filum yang paling besar dalam dunia hewan dan mencakup serangga, laba-laba, udang, lipan dan hewan mirip lainnya.

ž  Arthropoda adalah nama lain hewan berbuku-buku

ž  Arthropoda biasa ditemukan di laut, air tawar, darat, dan lingkungan udara, serta termasuk berbagai bentuk simbiotis dan parasit

ž  Ciri-ciri ArthropodaTubuh beruas-ruas terdiri atas kepala (caput), dada (toraks) dan perut (abdomen).

ž  Bentuk tubuh bilateral simetris, triploblastik, terlindung oleh rangka luar dari kitin.

ž  Alat pencernaan sempurna, pada mulut terdapat rahang lateral yang beradap- tasi untuk mengunyah dan mengisap. Anus terdapat di bagian ujung tubuh.

ž  Sistem peredaran darah terbuka dengan jantung terletak di daerah dorsal (punggung) rongga tubuh.

ž  Sistem pernafasan:

ž  Arthropoda yang hidup di air bernafas dengan insang, sedangkan yang hidup di darat bernafas dengan paru-paru buku atau permukaan kulit dan trakea.

ž  Sistem saraf berupa tangga tali. Ganglion otak berhubungan dengan alat indera.

ž  Arthropoda memiliki alat indera seperti antena yang berfungsi sebagai alat peraba, mata tunggal (ocellus) dan mata majemuk (facet), organ pendengaran (pada insecta) dan statocyst (alat keseimbangan) pada Curstacea.

ž  Alat eksresi berupa coxal atau kelenjar hijau, saluran Malpighi.

ž  Alat reproduksi, biasanya terpisah. Fertilisasi kebanyakan internal (di dalam tubuh).

ž  Klasifikasi (penggolongan) ArthoprodaBerdasarkan ciri-ciri yang dimilikinya, Arthropoda dikelompokkan menjadi 4 kelas, yaitu:

1. Kelas Crustacea (golongan udang).

2. Kelas Arachnida (golongan kalajengking dan laba-laba).

3. Kelas Myriapoda (golongan luwing).

4. Kelas Insecta (serangga).

ž  1. CrustaceaCrustacea adalah hewan akuatik (air) yang terdapat di air laut dan air tawar.

ž  Ciri-ciri crustacea adalah sebagai berikut :

a.Struktur Tubuh

 –  Tubuh Crustacea bersegmen (beruas) dan terdiri atas sefalotoraks (kepala dan dada menjadi satu) serta abdomen (perut).

–   Bagian anterior (ujung depan) tubuh besar dan lebih lebar, sedangkan posterior (ujung belakang)nya sempit

ž  Pada bagian kepala terdapat beberapa alat mulut, yaitu:

1) pasang antena

2)pasang mandibula, untuk menggigit mangsanya

3) pasang maksilla

4)pasang maksilliped

ž  Maksilla dan maksiliped berfungsi untuk menyaring makanan dan menghantarkan makanan ke mulut.

ž  Alat gerak berupa kaki (satu pasang setiap ruas pada abdomen) dan berfungsi untuk berenang, merangkak atau menempel di dasar perairan

b.Sistem Organ

1)Sistem Pencernaan

–  Makanan Crustacea berupa bangkai hewan-hewan kecil dan tumbuhan.

–          Alat pencernaan berupa mulut terletak pada bagian anterior tubuhnya, sedangkan esophagus, lambung, usus dan anus terletak di bagian posterior.

–           Hewan ini memiliki kelenjar pencernaan atau hati yang terletak di kepala – dada di kedua sisi abdomen.

–          Sisa pencernaan selain dibuang melalui anus, juga dibuang melalui alat eksresi disebut kelenjar hijau yang terletak di dalam kepala.

–          2)Sistem Saraf
Susunan saraf Crustacea adalah tangga tali. Ganglion otak berhubungan dengan alat indera yaitu antena (alat peraba), statocyst (alat keseimbangan) dan mata majemuk (facet) yang bertangkai.

–          3) Sistem Peredaran Darah
Sistem peredaran darah Crustacea disebut peredaran darah terbuka. Artinya darah beredar tanpa melalui pembuluh darah. Darah tidak mengandung hemoglobin, melainkan hemosianin yang daya ikatnya terhadap O2 (oksigen) rendah.

–          4)Sistem Pernafasan
Pada umumnya Crustacea bernafas dengan insang. Kecuali Crustacea yang bertubuh sangat kecil bernafas dengan seluruh permukaan tubuhnya.

–          5) Alat Reproduksi
Alat reproduksi pada umumnya terpisah, kecuali pada beberapa Crustacea rendah. Alat kelamin betina terdapat pada pasangan kaki ketiga. Sedangkan alat kelamin jantan terdapat pada pasangan kaki kelima. Pembuahan terjadi secara eksternal (di luar tubuh).

–          Dalam pertumbuhannya, udang mengalami ekdisis atau pergantian kulit. Udang dewasa melakukan ekdisis dua kali setahun, sedangkan udang yang masih muda mengalami ekdisis dua minggu sekali. Selain itu udang mampu melakukan autotomi (pemutusan sebagian anggota tubuhnya). Misalnya: udang akan memutuskan sebagian pangkal kakinya, bila kita menangkap udang pada bagian kakinya. Kemudian kaki tersebut akan tumbuh kembali melalui proses regenerasi

ž  Klasifikasi CrustaceaBerdasarkan ukuran tubuhnya Crustacea dikelompokkan sebagai berikut

1) Entomostraca (udang tingkat rendah)
Hewan ini dikelompokkan menjadi empat ordo, yaitu:

    a) Branchiopoda

    b) Ostracoda

    c) Copecoda

    d) Cirripedia

2) Malakostraca (udang tingkat tinggi)
Hewan ini dikelompokkan dalam tiga ordo, yaitu:

 a) Isopoda

 b) Stomatopoda

 c) Decapoda

ž  1) EntomostracaEntomostraca (udang tingkat rendah)
Kelompok Entomostraca umumnya merupakan penyusun zooplankton, adalah melayang-layang di dalam air dan merupakan makanan ikan. Adapun pembagian ordo yang termasuk Entomostraca antara lain

ž  a)Branchiopoda
Contoh: Daphnia pulex dan Asellus aquaticus.
Hewan ini sering disebut kutu air dan merupakan salah satu penyusun zooplankton. Pembiakan berlangsung secara parthenogenesis.

ž  b)Ostracoda
Contoh: Cypris candida, Codona suburdana.
Hidup di air tawar dan laut sebagai plankton, tubuh kecil dan dapat bergerak dengan antena.

ž  c) Copepoda
Contoh: Argulus indicus, Cyclops.
Hidup di air laut dan air tawar, dan
merupakan plankton dan parasit,
segmentasi tubuhnya jelas.

ž  d) Cirripedia
Contoh: Lepas atau Bernakel, Sacculina.
Tubuh dengan kepala dan dada ditutupi karapaks berbentuk cakram dan hidup di laut melekat pada batu atau benda lain.
Cirripedia ada yang bersifat parasit
Cara hidup Cirripedia beraneka ragam.

ž       Salah satu diantaranya adalah Bernakel yang terdapat pada dasar kapal, perahu dan tiang-tiang yang terpancang di laut atau mengapung di laut.

ž  2. Malakostraca (udang tingkat tinggi) Hewan ini kebanyakan hidup di laut, adapula yang hidup di air tawar.

ž  Tubuhnya terdiri atas sefalotoraks yaitu kepala dan dada yang bersatu serta perut (abdomen).

ž  Malakostraca dibagi menjadi 3 ordo, yaitu Isopoda, Stomatopoda dan Decapoda.

ž  Isopoda
Tubuh pipih, dorsiventral, berkaki sama.
Contoh:
Onicus asellus (kutu perahu)
Limnoria lignorum
Keduanya adalah pengerek kayu.

b) Stomatopoda
Contoh: Squilla empusa (udang belalang).
Hidup di laut, bentuk tubuh mirip belalang sembah dan mempunyai warna yang mencolok. Belakang kepala mempunyai karapaks. Kepala dilengkapi dengan dua segmen anterior yang dapat bergerak, mata dan antena. C) Decapoda (si kaki sepuluh)

ž  Yang termasuk ordo ini adalah udang dan ketam. Hewan ini mempunyai sepuluh kaki dan merupakan kelompok udang yang sangat penting peranannya bagi kehidupan manusia.

ž  Decapoda banyak digunakan sebagai sumber makanan yang kaya dengan protein.

ž   Contohnya adalah udang, kepiting, ketam dan rajungan.

ž   Kepala – dada menjadi satu (cephalothorax) yang ditutupi oleh karapaks. Tubuh mempunyai 5 pasang kaki atau sepuluh kaki sehingga disebut juga hewan si kaki sepuluh.

ž  Hidup di air tawar, dan beberapa yang hidup di laut.

Peran Crustacea bagi Kehidupan Manusiaa. menguntungkan

1) Sebagai bahan makanan yang berprotein tinggi, misal udang, lobster dan kepiting.

2)      Dalam bidang ekologi, hewan yang tergolong zooplankton menjadi sumber makanan ikan, misal anggota Branchiopoda, Ostracoda dan Copepoda.

b. merugikan

1) Merusak galangan kapal (perahu) oleh anggota Isopoda.

2) Parasit pada ikan, kura-kura, misal oleh anggota Cirripedia dan Copepoda.

3) Merusak pematang sawah atau saluran irigasi misalnya ketam.

ž  2. ArachnidaAnggota Arachnida meliputi kalajengking, laba-laba, tungau atau caplak.

ž  Kebanyakan hewan ini bersifat parasit yang merugikan manusia, hewan dan tumbuhan. Arachnida bersifat karnivora sekaligus predator.

ž  Tempat hidupnya adalah di darat.

–          Ciri-ciri ArachnidaTubuh terbagi atas kepala-dada (sefalotoraks) dan perut yang dapat dibedakan dengan jelas, kecuali Acarina.

–          Pada bagian kepala-dada tidak terdapat antena, tetapi mempunyai beberapa pasang mata tunggal, mulut, kelisera dan pedipalpus.

–          Mempunyai 4 pasang kaki pada kepala-dada.

–          Alat ekskresi dilengkapi dengan saluran malphigi dan kelenjar coxal.

–          Alat pernafasan berupa trakea, paru-paru buku atau insang buku.

–          Alat kelamin jantan dan betina terpisah, lubang kelamin terbuka pada bagian anterior abdomen, pembuahan internal (di dalam).

–          Sistem saraf tangga tali dengan ganglion dorsal (otak) dan tali saraf ventral dengan pasangan-pasangan ganglia.

–          Alat mulut dan alat pencernaan makanan terutama disesuaikan untuk mengisap serta memiliki kelenjar racun.

–          Habitat (tempat hidup) di darat, pada umumnya tetapi ada pula sebagai parasit.

  1. a.      Scorpionida

Contohnya:
– Kalajengking (Vejovis sp, Hadrurus sp, Centrurus sp)
– Ketonggeng (Buthus)
Hewan ini memiliki perut beruas-ruas dan ruas terakhir berubah menjadi alat pembela diri.

b.Arachnoida

ž  Contohnya adalah segala macam laba-laba, antara lain :

–          Laba-laba jaring kubah (terdapat di Bostwana, Afrika Selatan)

–          Laba-laba primitif Liphistius (di rimba Asia Tenggara)

–          Laba-laba penjerat (di Malaysia

–          Laba-laba pemburu (di Meksiko

–          Laba-laba srigala

–          Laba-laba beracun Latrodectes natans dan Laxosceles reclusa

–          Tarantula (Rhechostica hentz)

–          Umumnya laba-laba mempunyai perut tidak beruas-ruas.

ž  c.Aracina

contohnya:
– Caplak kudis (Sacroptes scabiei)
– Caplak unggas (Dermanyssus)
– Caplak sapi (Boophilus annulatus)
– Tungau (Dermacentor sp.)

ž  Ciri khas yang terdapat pada tubuh hewan ini adalah tubuh tidak berbuku- buku

ž  umumnya parasit pada burung dan mamalia termasuk manusia

ž  Arachnida bermanfaat untuk pengendalian populasi serangga terutama serangga hama. Akan tetapi hewan ini juga banyak hewan ini juga banyak merugikan manusia terutama hewan Acarina misalnya:
a. Caplak menyebabkan gatal atau kudis pada manusia
b. Psoroptes equi menyebabkan kudis pada ternak domba, kelinci, kuda.
c. Ododectes cynotis (tungau kudis telinga) menyerang anjing dan kucing.

 

3. Myriapoda

ž  Myriapoda adalah gabungan dari kelas Chilopoda dan Diplopoda dengan tubuh beruas-ruas dan setiap ruas mempunyai satu pasang atau dua pasang kaki.

ž  Tubuh dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu kepala dan abdomen (perut).

ž   Hewan ini banyak dijumpai di daerah tropis dengan habitat di darat terutama tempat yang banyak mengandung sampah, misal kebun dan di bawah batu-batuan.

Ciri-ciri Myriapoda

ž  Tubuh bersegmen (beruas) tidak mempunyai dada jadi hanya kepala dan perut.

ž  Pada setiap ruas perut terdapat satu pasang atau 2 pasang kaki.

ž  Pada kepala terdapat 2 kelopak mata tunggal (ocellus), 1 pasang antena dan alat mulut.

ž  Susunan saraf tangga tali.

ž  Sistem pernafasan dengan trakea. Mempunyai spirakel yang terdapat pada setiap ruas tubuhnya untuk keluar masuknya udara.

ž  Sistem peredaran darah terbuka.

ž  Alat kelamin jantan dan betina terpisah, cara perkembangbiakan dengan cara bertelur.

ž  Hidup di darat, misal di bawah batu, dalam tanah, humus atau tempat lembab lainnya.

ž  Klasifikasi (penggolongan Myriapoda)
Dalam penggolongannya Myriapoda merupakan gabungan dari dua kelas, yakni:
1. Kelas Chilopoda

ž      Contoh: kelabang : Lithobius forticatus dan Scolopendra morsitans.

Ciri-cirinya Chilopoda

ž  Tubuh agak gepeng, terdiri atas kepala dan badan yang beruas-ruas (15 – 173 ruas). Tiap ruas memiliki satu pasang kaki, kecuali ruas (segmen) di belakang kepala dan dua segmen terakhirnya. Pada segmen di belakang kepala terdapat satu pasang “taring bisa” (maksiliped) yang berfungsi untuk membunuh mangsanya. Pada kepala terdapat sepasang antena panjang yang terdiri atas 12 segmen, dua kelompok mata tunggal dan mulut. Hewan ini memangsa hewan kecil berupa insecta, mollusca, cacing dan binatang kecil lainnya, sehingga bersifat karnivora.

ž  Alat pencernaan makanannya sudah sempurna artinya dari mulut sampai anus. Alat eksresi berupa dua buah saluran malphigi.

ž  Respirasi (pernafasan) dengan trakea yang bercabang-cabang dengan lubang yang terbuka hampir pada setiap ruas.

ž  Habitat (tempat hidup) di bawah batu-batuan/timbunan tumbuhan yang telah membusuk.

ž  Kelas ini sering disebut Sentipede.

2. Kelas Diplopoda

     Contoh: kaki seribu (Julus nomerensis)

Ciri-cirinya Diplopoda

ž  Tubuh berbentuk silindris dan beruas-ruas (25 – 100 segmen) terdiri atas kepala dan badan. Setiap segmen (ruas) mempunyai dua pasang kaki, dan tidak mempunyai “taring bisa” (maksiliped). Pada ruas ke tujuh, satu atau kedua kaki mengalami modifikasi sebagai organ kopulasi.

ž  Pada kepala terdapat sepasang antena yang pendek, dua kelompok mata tunggal.

ž  Hidup di tempat yang lembab dan gelap dan banyak mengandung tumbuhan yang telah membusuk.

ž  Respirasi dengan trakea yang tidak bercabang.

Alat eksresi berupa dua buah saluran malphigi.

4. Insecta

ž  Insecta sering disebut serangga atau heksapoda.

ž  Heksapoda berasal dari kata heksa berarti 6 (enam) dan kata podos berarti kaki. Heksapoda berarti hewan berkaki enam.

ž  Diperkirakan jumlah insecta lebih dari 900.000 jenis yang terbagi dalam 25 ordo.

ž   Hal ini menunjukkan bahwa banyak sekali variasi dalam kelas insecta baik bentuk maupun sifat dan kebiasaannya

Ciri-ciri Insecta, antara lain:

ž  Tubuh dapat dibedakan dengan jelas antara kepala, dada dan perut.

Kepala dengan:

a. Satu pasang mata facet (majemuk), mata tunggal (ocellus), dan satu pasang antena sebagai alat peraba.

b.Alat mulut yang disesuaikan untuk mengunyah, menghisap, menjilat dan menggigit.

–   Bagian mulut ini terdiri atas rahang belakang (mandibula), rahang depan (maksila), dan bibir atas (labrum) serta bibir bawah (labium)

–   Dada (thorax) terdiri atas tiga ruas yaitu prothorax,mesothorax dan metathorax. Pada segmen terdapat sepasang kaki.

ž  Kaki berubah bentuk disesuaikan dengan fungsinya yakni:
a. kaki untuk menggali (anjing tanah)
b. kaki untuk meloncat (belalang)
c. kaki untuk berenang (kumbang air)
d. kaki untuk pengumpul serbuk sari
e. kaki untuk berjalan (kumbang tanah)
f. kaki untuk memegang (belalang sembah)

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s